poem

Seketika

Seketika mereka tahu apa yang harus diketahuiTermanggu dan mencinta apa yang harus dicintaMemaksakan kebenaran Dipertemukan dengan rasa heranBerbagi lukauntuk meciptakan peradabanMenoreh senyum sinis di muka manis Alie30 May 2020

Travel

PENGALAMAN JALAN-JALAN DI BAJRA SANDHI

Halo semuanya! Perkenalkan nama aku Alie. Kali ini aku ingin share pengalamanku, Samantha, Kezia dan Sita mengunjungi Monumen Bajra Sandhi di Denpasar, Bali. Kami berempat merupakan mahasiswa fakultas Pariwisata Universitas Udayana. Kami memutuskan untuk pergi ke Bajra Sandhi dan membuat vlog untuk memenuhi tugas bahasa Perancis kami! Pada bulan tanggal 20 Mei 2019, kami berkumpul…… Continue reading PENGALAMAN JALAN-JALAN DI BAJRA SANDHI

poem

Kita Diam

Tak disangka begini akhirnya Suasana luar jadi beda Rumah Cokelat tempat orang-orang diam mengelilingi pikiran berevolusi Teman… Kita semua diam di tempat Tempat yang menjadi korban tumpahan rindu Namun larinya pikiran mendekatkan kita yang terpisah Kawan… Hanya diam tapi jangan membiru Berkali-kali pikir Berkali-kali ucap Bahwa akhirnya kita keluar dengan segala keadaan yang telah ter-evolusi…… Continue reading Kita Diam

poem

Petak Umpet

Sudah lupa rasanya, bermain petak umpet di tahun silam Sudah lupa rasanya, tubuh kaku menahan napas dan gerakan Di bawah langit terik, menapaki medan perang melawan musuh yang tak terlihat Kini ku merasakannya lagi, sepanjang hari bersembunyi di rumah Bersembunyi sambil bekerja, dengan laptop dan segelas wedang rempah yang terasa seperti pahitnya kopi kantor Bersembunyi…… Continue reading Petak Umpet

poem

I’m Not Ready

What are you waiting for? Are you gonna wait until you’re ready? Oh, C’mon! What’s ready anyway… Ready is never exist my friend We are never be ready of everything So just go… Just go with all your fear, your nerves, and all your doubt or simply, just go with me. Alie 22 Mar 2020

short stories

Narendra

“Mbok, mohon izin pergi ke alas” ucap seorang pendekar muda di sebuah perkampungan utara Bhumi Malwapati. Digendongnya beberapa anak panah untuk perbekalan berburu. “Pergilah Gus, Mbok selalu menyertaimu” si Mbok tersenyum melepas kepergian putra semata wayangnya. Ia dan anaknya tinggal di daerah terpencil, menghindari masyarakat. Paras si Mbok yang masih ayu menciptakan gunjingan dari masyarakat…… Continue reading Narendra